Hanyalah cuaca sebagai satu-satunya alasan berubahnya susunan playlist di iPod, selain baru jadian atau dihempaskan pasangan karena tergoda rumput tetangga. Jika hujan seharian di Jakarta mampu membuat hati merana entah kata apa yang cocok untuk menggambarkan perasaan yang tersengat udara dingin di penghujung tahun. Gundah gulana? Nelangsa?

Asupan gula mendadak meningkat sejak Desember menyapa. Tiada hari tanpa menyeruput secangkir cokelat hangat atau kopi mocha ditemani deretan lagu yang membuat luka lama kembali me-nga-nga. Manisnya gula seakan menjadi penawar pahitnya cerita cinta. Lah, ujung-ujungnya bawa perasaan juga. #KemudianAmbilTissue 

Dan sepuluh lagu berikut adalah yang paling sering diputar akhir-akhir ini. Sepuluh lagu yang membuat musim dingin berjalan melambat di setiap detiknya. Yang mengundang senyum getir di ujung penghabisan lagu.

10. Dewa – Risalah Hati

Entah kemana gerangan perginya band ini sekarang? Tidak rindu kah mereka bermain dengan lirik seperti, “aku bisa membuatmu jatuh cinta kepadaku meski kau tak cinta, kepadaku.”?

9. Nick Murray – Aeon

Musik orkestra yang waktu kali pertama dengar belum tahu kalau ini ternyata adalah soundtrack film Cinderalla (2015). Gubahannya bukan alunan nada kesedihan, tapi seperti ada kumpulan titik-titik basah berkumpul di ujung pelupuk mata. Air mata bahagia, mungkin.

8. Payung Teduh – Untuk Perempuan Yang Sedang Dalam Pelukan

Entah kenapa seperti tak rela pagi segera datang tiap dengar lagu ini. Adakah cara terbaik melepas rindu dari kejauhan selain di keheningan malam?

7. Kodaline – All I  Want

Lagu pengharapan paling makjleb! Apalagi sambil lihat video klipnya yang dibikin menjadi dua part. Jadi semacam tidak ingin berhenti berharap setiap lagu ini diputar.

6. Phosphorescent – Song For Zula

Bagi yang belum tahu, Zula adalah nama seorang perempuan. So specific and very uncommon name, rite? Kali pertama dengar dari film The Spectacular Now dan terdiam seketika sembari menikmati credit title. Lagu ini kemudian muncul kembali di The Amazing Spider-Man 2, pas adegan Peter menghampiri Gwen untuk pertama kali setelah putus. Ciyeee, masih sayang ceritanya.

5. The Lumineers – Stubborn Love

Keep your head, keep your love!  Menurut lagu ini, jangan pernah menyerah dengan c.i.n.t.a, meski sering tersakiti dan lebih berharap mati. It’s better to fail pain, than nothing at all.

4. Sky Sailing – Brielle

Haven’t heard Sky Sailing? Then you must be familiar with Owl City. Yup, the same Adam Young behind of them. Kalau dari beat lagunya, ini mungkin yang paling cheer-up diantara sembilan lagu yang lain. Tapi lagu ini yang kemarin berkali-kali dimainkan di bandara sebelum take-off menuju UK.

3. William Fitzsimmons – I Don’t Feel It Anymore (Song of The Sparrow)

Butuh selimut berlapis kalau dengar lagu ini. Dinginnya bukan hanya di permukaan kulit tapi tembus sampai ke ulu hati. Buat yang sudah mati rasa, cocoklah.

2. James Bay – Need The Sun To Break

Karena sesal kemudian tidaklah berarti. Yang baru mau menyatakan perasaan atau balikan, mending buruan. Sigh, mirip kaya ramalan zodiak untuk urusan asmara di majalah remaja. James Bay is one of the UK hottest musician this year. Nggak sengaja dengar wawancaranya di salah satu radio lokal waktu promo single terbarunya Hold Back The River. 

1. Sarra Bareilles – Gravity

No wonder ada di nomor satu. Kalau tiba-tiba ingat sama seseorang seperti di lagu ini, selain mungkin karena masih ada rasa, bisa jadi kamu lagi kena guna-guna.

-oOo-

Kalau dirasa galau terus melanda, ibaratkan saja seperti lagu begadang milik Rhoma Irama.

Kalau terlalu banyak galau, muka pucat karena darah berkurang
Kalau sering kena angin malam, segala penyakit akan mudah datang
Darilah itu sayangi badan, janganlah galau setiap malam
(pic source: http://www.head-fi.org/)
(pic source: http://www.head-fi.org/)
Advertisements