Kali pertama, saya mengenalnya sebagai anak muda yang merasa hidupnya selalu penuh dengan kesialan hingga akhirnya sebuah ciuman merubah keadaannya. Kemudian, sempat pula saya melihatnya sebagai lelaki pendiam penjelajah angkasa. Dia juga pernah terlibat “pertempuran” sengit dengan seorang rekan kerja demi memperebutkan seorang wanita berambut pirang. Terakhir, sebagai seorang mata-mata yang mendapatkan tugas ke Rusia. Bisa jadi Anda ataupun orang lain pernah mengenalnya dalam sosok yang berbeda. Mungkin saya lupa hingga ada yang terlewat. Harap maklum, kemampuan mengingat ini ada batasnya.

-oOo-

Durasi siang di Leeds kini menjadi pendek. Jam empat sore matahari sudah hilang dari peredarannya, digeser oleh bulan yang lebih sering tertutup oleh kabut malam. Ada dua hari dalam seminggu, saya mendapati kelas selesai saat lampu-lampu penerangan di luar ruangan sudah menyala. Perkuliahan disini, meski tiap jurusan memiliki gedung sendiri-sendiri, tapi kebanyakan ruang belajarnya selalu berpindah-pindah. Termasuk ruang komputer yang digunakan dan salah satu yang digunakan adalah computer cluster di Parkinson building. Parkinson building adalah gedung yang berdiri di garda terdepan dari University of Leeds. Bagian pucuk tertingginya dijadikan sebagai simbol resmi kampus ini.

Di sebuah sore, setelah dari computer cluster saya berniat untuk langsung kembali ke tempat akomodasi saya berada. Saat hendak ingin menuruni anak tangga, tiba-tiba langkah kaki ini berhenti. Tidak ada yang memanggil, tapi sepertinya mata ini menangkap raut wajah yang saya kenal. Saya pastikan ini bukanlah penampakan mahluk astral. Dia bukan teman, keluarga, atau seseorang dari masa lalu saya. Intinya, saya tahu siapa dia. Saya merogoh sebuah kacamata di tas. Ada sebuah nama yang tercetak dibawahnya. Sekedar memastikan apa yang menjadi dugaan tidaklah meleset.

Ternyata benar!

Dia adalah anak muda yang sering terkena sial. Si pendiam penjelajah angkasa. Yang pernah bersaing mati-matian dengan rekan kantor demi mendapatkan wanita rambut pirang. Tentu saja seorang mata-mata yang pernah bertugas ke Rusia. Dia adalah Chris Pine, aktor kenamaan Hollywood.

Chris Pine
Chris Pine

Wajah dan namanya terpasang di spanduk vertikal yang menggantung diantara pilar-pilar gedung. Berjajar dengan alumni sukses lainnya dari latar belakang dan negara asal yang berbeda. Berdasarkan laman http://alumni.leeds.ac.uk/, Chris Pine tercatat sebagai student exchange selama satu tahun untuk jurusan Bahasa Inggris. Hasil pencarian melalui google, saya mendapati dua buah video youtube berisikan dia diajak bernostalgia tentang satu tahun di universitas, dimana Chris mengucapkan sebuah kalimat dengan menggunakan aksen Leeds yang ala-ala Yorkshire. Pastikan buka telinga Anda lebar-lebar!

-oOo-

Ini bukan tentang kisah asmara Rangga dan Cinta, tapi semoga saja duabelas tahun dari sekarang,  spanduk vertikal diantara pilar-pilar tadi terselip nama Chris yang lain. Christiono, mungkin? Dari Indonesia.

Advertisements