Seharusnya kemarin saya banyak mendengarkan lagu Happy Birthday sembari memejamkan mata dan make a wish, tapi 11 Januari berlalu dengan begitu saja. Memasuki pertengahan malam kemarin, sengaja BlackBerry saya matikan. Semenjak bangun jam empat pagi menjadi rutinitas harian, waktu tidur menjadi jauh sangat berharga.

Ucapan selamat ulang tahun datang bertubi ketika ponsel hitam bertombol qwerty dinyalakan kembali. Senang mengetahui beberapa teman masih mengingat hari kelahiran saya meski sejak tahun kemarin birthday notification di facebook sudah di-non-aktif-kan. Saya berharap, rekan di kantor tidak tahu atau lupa kalau saya bertambah umur. Tapi sia-sia, ketahuan juga akhirnya. Ada rutinitas yang sudah menjadi kebiasaan kalau siapa pun yang berulang tahun berkewajiban mentraktir rekan di kantor dan itu kemarin tidak dilakukan karena belum mempersiapkannya. Saya menjanjikannya hari kerja berikutnya saja.

Kembali ke paragraf pertama. Bukan lagu bertema happy birthday yang banyak saya dengarkan kemarin. Di pagi buta ketika dalam perjalanan menuju kantor, dengan earphone menggelayut di lubang telinga sambil membuka youtube melalui ponsel. Beauty in white by Westlife terpampang di laman utama. Bukan official video melainkan fan made video. Seumur-umur tahu lagu-lagu mereka, tak pernah saya mendengarkan lagu yang tadi. Padahal lagu lawas yang dinyanyikan ulang, duh!

So as long as I live I love you
Will have and hold you
You look so beautiful in white
And from now ’til my very last breath
This day I’ll cherish
You look so beautiful in white
Tonight

Seperti tersihir, according to my lastfm accountlagu tersebut terputar sampai 26 kali. Jika boleh mengulang waktu, saya akan memejamkan mata sambil make a wish semoga lagu ini bisa menjadi wedding song saya suatu hari nanti. Jika ada yang tanya kenapa? Because…. Christina Perri – A Thousand Years is too mainstream. 

Well, happy birthday to me.

Happy Birthday To Me!
Happy Birthday To Me!
Advertisements